tatakrama #santun #malu #pembelajaran #smp #pai #kelas9Sejarah mencatat bahwa Rasulullah saw. memiliki akhlak yang agung.Sebagai umat Islam, kita haru
Berikut adalah RPP BAB 9 Mengasah Pribadi yang Unggul dengan Tata Krama, Santun, dan Malu. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Kelas IX SMP/ Kompetensi Inti KIKI 1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnyaKI-2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli toleransi, gotong royong, santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannyaKI-3 Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mataKI-4 Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat dan ranah abstrak menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teoriB. Kompetensi Meyakini bahwa berbakti dan taat tata krama, sopan santun, dan rasa malu adalah ajaran pokok Menunjukkan perilaku dengan tata krama, sopan santun, dan rasa Memahami makna tata krama, sopan santun, dan rasa Menyajikan contoh perilaku tata krama, sopan-santun, dan rasa Tujuan PembelajaranPeserta didik mampuMendiskripsikan pengertian tata krama dengan dalil naqli tentang tata krama dengan contoh perilaku tata krama dalam kehidupan sehari-hari..Berperilaku tata krama dalam kehidupan hikmah perilaku tata krama dalam kehidupan pengertian santun dengan dalil naqli tentang santun dengan contoh perilaku santun sebagai implementasi dari pemahaman al-Baqarah/283 dan hadis terkait dengan santun sebagai implementasi dari pemahaman al-Baqarah/283 dan hadis terkait dengan hikmah perilaku santun sebagai implementasi dari pemahaman al-Baqarah/283 dan hadis terkait dengan pengertian malu dengan dalil naqli tentang malu dengan contoh perilaku malu sebagai implementasi dari pemahaman al-Baqarah/283 dan hadis terkait dengan hikmah perilaku malu sebagai implementasi dari pemahaman al-Baqarah/283 dan hadis terkait dengan malu sebagai implementasi dari pemahaman al-Baqarah/283 dan hadis terkait dengan Proses Pembelajaran1. Persiapana. Mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu dapat berupa tulisan manual di papan tulis, kertas karton tulisan yang besar dan mudah dilihat/dibaca, atau dapat juga menggunakan multimedia berbasis ICT atau media Pembelajaran dimulai dengan guru mengucapkan salam dan berdoa bersama, dilanjutkan dengan memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan metode yang akan Guru mengajukan pertanyaan secara komunikatif tentang materi sesuai dengan pokok Menyampaikan tujuan Pelaksanaana. Untuk menguasai kompetensi ini, guru menerapkan pendekatan saintifik mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan sesuai karakteristik materi pembelajaran PAI dan Budi Pekerti. Penerapan pendekatan saintifik ini, guru dapat mengintegrasikan dan memilih berbagai model/strategi/ metode pembelajaran yang tepat dan sesuai, sehingga mampu menciptakan suasana pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenagkan, baik secara individual maupun kelompok. Guru disarankan secara fleksibel menerapkan model discovery learning, active learning, cooperative learning, kontekstual, problem based learning, dan project based learning sesuai tujuan Proses pembelajarannya sebagai meminta peserta didik untuk mengkaji dan mencermati gambar di kolom “Renungkanlah”.Peserta didik mengemukakan pendapatnya tentang hasil kajiannya dan memberikan penjelasan tambahan dan penguatan terhadap hasil kajian dan pencermatannya peserta didik membaca percakapan yang ada pada kolom “ Dialog Islami”.Peserta didik mengemukaan isi dari percakapan dan hasil memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang dikemukakan peserta didik melaksanakan kegiatan yang ada di kolom “Aktivitas Siswa 1“ mengamati dan mencermati gambar yang ada pada pembahasan tentang bagian “Tata Krama” dan memberikan didik mengemukaan hasil pencermatannya dan memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang dikemukakan peserta didik tentang hasil pengamatan didik melaksanakan kegiatan yang ada di kolom “Aktivitas Siswa 2“ membaca menjabarkan isinya serta isi kandungannya yang dilengkapi dengan ilustrasi yang ada pada kolom tata krama dan memberikan didik mengemukaan hasil pencermatan dan memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang dikemukakan peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok mengkaji dan mendiskusikan tentang tata bergantian, setiap kelompok mempresentasikan hasilnya dan kelompok lainnya memperhatikan/menyimak dan memberikan memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang dikemukakan peserta didik tentang materi membimbing siswa untuk membaca manfaat tata memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang dikemukakan peserta didik tentang manfaat tata didik melaksanakan kegiatan yang ada di kolom “Aktivitas Siswa 3 “ membaca al-Baqarah/283 dan mendiskusikan isi dan kandungannya yang dilengkapi dengan ilustrasi yang ada pada kolom santun dan memberikan didik mengemukaan hasil dan memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang dikemukakan peserta didik tentang hasil pengamatan didik dibagi dalam beberapa kelompok dan diberikan tugas untuk berdiskusi tentang bergantian, setiap kelompok mempresentasikan hasilnya dan kelompok lainnya memperhatikan/menyimak dan memberikan didik melaksanakan kegiatan yang ada di kolom “Aktivitas Siswa 4 “ membaca hadis dan mendiskusikan contoh perilaku malu yang ada pada bagian pembahasan tentang malu dan memberikan didik mengemukakan hasil dan memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang di- kemukakan peserta didik tentang hasil pengamatan didik dibagi dalam beberapa kelompok dan diberikan tugas untuk berdiskusi tentang bergantian, setiap kelompok mempresentasikan hasilnya dan kelompok lainnya memperhatikan/menyimak dan memberikan didik melaksanakan kegiatan yang ada di kolom “Aktivitas Siswa 5 “ melengkapi tabel dan mendiskusikan manfaat santun, dan malu serta memberikan didik mengemukakan hasil dan memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang dikemukakan peserta didik tentang hasil pengamatan membimbing peserta didik membaca Cerita Fiksi ”Malu kepada Allah Swt.”.Peserta didik mengemukakan pendapatnya tentang hikmah dari kisah memberikan penjelasan tambahan dan penguatan terhadap kisah meminta peserta didik untuk memberikan tanggapan terhadap pernyataan-pernyataan yang ada pada kolom” Refleksi Akhlak Mulia”.Guru membimbing peserta didik untuk melaksanakan kegiatan yang ada di kolom “Aktivitas siswa 6”, membaca kisah teladan ”Kejujuran Seorang Penggembala Domba”.Peserta didik mengemukakan pendapatnya tentang hikmah dari kisah memberikan penjelasan tambahan dan penguatan terhadap kisah dan peserta didik menyimpulkan intisari dari pelajaran tersebut sesuai yang terdapat dalam buku teks siswa pada kolom “Rangkuman”.Pada kolom “Ayo Berlatih”, a Meminta peserta didik untuk mengerjakan bagian pilihan ganda dan uraian. b Meminta peserta didik untuk mengerjakan tugas yang ada pada poin didik mempelajari materi Jujur, Santun, dan Malu dengan bimbingan dan arahan orang tua pada saat di setiap akhir pembelajaran guru memberikan nasihat kepada peserta didik agar mengambil hikmah dari materi yang dipelajari dan mempraktikkannya dalam kehidupan PenilaianGuru melakukan penilaian terhadap peserta didik Penilaian Sikap, Penilaian Pengetahuan, Penilaian PengayaanDalam kegiatan pembelajaran, bagi peserta didik yang sudah menguasai materi, diberikan materi tambahan contoh-contoh perilaku jujur, santun dan malu dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mengerjakan soal yang terkait dengan contoh-contoh perilaku jujur, santun dan malu dalam kehidupan sehari-hari. Guru mencatat dan memberikan tambahan nilai bagi peserta didik yang berhasil dalam pengayaan.G. RemedialBagi peserta didik yang belum menguasai materi, guru menjelaskan kembali materi tentang “Mengasah Pribadi yang Unggul dengan Tata Krama, Santun, dan Malu” dan melakukan penilaian kembali lihat poin E dengan soal yang sejenis. Remedial dilaksanakan pada waktu dan hari tertentu yang disesuaikan, contohnya boleh pada saat pembelajaran apabila masih ada waktu atau di luar jam pelajaran 30 menit setelah pulang sekolah.
Setelahmembaca, menelaah dan mereflesikan materi pembelajaran tentang "Mengasah Pribadi yang Unggul dengan Tata Krama, Santun, dan Malu," guru dengan melibatkan siswa mengambil kesimpulan dan siswa mencatat kesimpulan tersebut. Guru selanjutnya menutup pembelajaran dan berdoa sejenak. # Kelas 9 # LKPD # Pendidikan # Pendidikan Agama Islam.
Pernahkah kamu melihat orang yang berperilaku seenaknya sendiri dan tidak mau menghargai orang lain sama sekali. Orang semacam ini tidak dapat menempatkan diri dalam pergaulan sehari-hari. Sebagai contoh, anak muda harus bertata krama dengan menjaga ucapan yang santun kepada orang yang lebih tua. Hal semacam inilah yang selalu dicontohkan oleh Rasulullah saw. kepada kita. Sejarah mencatat bahwa Rasulullah saw. memiliki akhlak yang umat Islam, kita harus meneladani akhlak beliau. Oleh karena itu sudah seharusnya kita menghiasi diri dengan akhlak mulia. Akhlak mulia merupakan cerminan kesempurnaan iman seseorang. Makin sempurna iman seseorang akhlaknya akan makin baik pula. Mari kita lihat lingkungan sekitar, banyak orang berperilaku burukdalam kehidupannya. Mereka melakukan dosa dan maksiat tanpa rasa apakah mereka akan hidup bahagia? Jawabannya tentu tidak, justru sebaliknya pikiran mereka merasa resah, hatinya gelisah, hidupnya sengsara baik di dunia maupun di akhirat kelak. Bahkan, mereka tidak disukai oleh keluarga, teman, dan masyarakat. Kebahagiaan dan ketenteraman akan mudah diraih dengan berakhlak mulia kepada siapa pun. Dengan berakhlak mulia seperti jujur, santun, dan malu berarti telah mengasah diri sebagai pribadi unggul. Bangsa kita sangat membutuhkan peran orang-orang yang memiliki pribadi unggul untuk membangun peradaban modern yang IslamiA. TATA KRAMA Tata krama merupakan norma-norma pergaulan yang berkaitan dengan kebiasaan dalam bertindak maupun bertutur kata yang berlaku atau disepakati dalam lingkungan pergaulan antarmanusia setempat. Norma-norma dalam pergaulan ini menjadi penting untuk dipahami agar terjalin hubungan yang baik dan harmonis di dalam lingkungan pergaulan. Melalui tata krama, dimaksudkan agar seluruh lapisan anggota masyarakat akan merasa nyaman. Dengan tata krama, orang yang lebih muda dapat menghargai yang lebih tua, demikian sebaliknya orang yang lebih tua dapat menyayangi yang lebih muda. Rasa menghormati, menghargai, dan menyayangi tersebut kemudian tercermin dalam perilaku, penampilan, dan perkataan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-hari, sering disebut kata etika. Etika memiliki makna yang sama dengan tata krama. Etika artinya norma-norma, nilai-nilai moral, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik. Etika adalah aturan perilaku, adat kebiasan manusia dalam pergaulan antarsesama. Pergaulan hidup di masyarakat harus berdasarkan etika dan tata krama yang berlaku. Etika dan tata krama pergaulan ini harus dipegang teguh supaya kepentingan setiap anggota masyarakat tidak terganggu. Terganggunya kepentingan masyarakat ini akan memicu konflik bahkan perpecahan. Tata krama atau etika dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari pada berbagai tempat dan situasi, seperti dalam bergaul di sekolah, di rumah, di masyarakat, bahkan di media sosial. Secara lebih rinci, tata krama meliputi tata krama dalam berkomunikasi lisan maupun tulisan, dalam bersikap, dan dalam Tata Krama dalam Berkomunikasi Lisan 1 Berbahasa yang baik dan sopan, memilih kata-kata dan kalimat yang tepat, dan menghindari kata-kata yang kotor dan menyinggung perasaan lawan bicara. 2 Ketika berbicara dengan orang yang lebih tua atau yang dituakan, hendaknya menjaga pandangan mata dengan cara agak sedikit ditundukan. Demikian pula merendahkan volume suara dari lisan kita. 3 Di beberapa daerah, berlaku ketentuan tidak boleh memposisikan diri lebih tinggi dari lawan bicara. 4 Memperhatikan dan mengarahkan pandangan kepada lawan bicara dengan sopan. 5 Tidak mendominasi pembicaraan, menjadi pendengar yang baik dengan memberi kesempatan kepada lawan bicara untuk bicara. 6 Tidak memotong pembicaraan lawan bicara. 7 Tidak berbicara sambil berkacak pinggang atau menunjuk-nunjuk ke arah lawan bicara. 8 Ketika dalam posisi bertiga, tidak berbicara dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh salah satu orang dari mereka. Tidak boleh berbisik-bisik berdua tanpa memperdulikan teman yang lain. 9 Menghindari bergurau yang berlebihan dan tertawa terbahak-bahak. 10 Ketika memulai berbicara dengan alat komunikasi, ucapkan salam, mengenalkan diri, dan memastikan bahwa lawan bicara adalah orang yang kita maksud. Pada saat pembicaraan akan berakhir, maka mengucapkan terima kasih, menutup pembicaraan, dan mengucap Tata Krama Berkomunikasi di Media Sosial Sama halnya ketika berkomunikasi di dunia nyata, berkomunikasi di dunia maya pun harus mengedepankan sopan santun dan tata krama. Khususnya jika kita berkomunikasi dengan orang lain di jejaring sosial, tata krama dalam hal apa pun harus tetap diutamakan, seperti pada memasang status atau tweet, chatting, posting foto, video, link, note; taging; follow/add; dan memilih profil picture. Tata krama di dunia maya dapat membuat aktivitas sosial di dunia maya akan menjadi lebih nyaman karena adanya rasa saling menghargai dan menghormati di antara pengguna layanan jejaring sosial. Setiap pengguna layanan media sosial, mempunyai hak dan privasinya dan layak untuk dihargai serta dihormati. Oleh karenanya, pilihlah kata-kata dan kalimat yang baik ketika menggunakan media sosial. Ketika mengunggah gambar/meme atau sejenisnya, pilihlah gambar/meme yang baik, dan tidak menyinggung perasaan orang Tata Krama dalam BersikapSecara garis besar, bahasa tubuh terdiri atas bagaimana cara duduk, cara berdiri, cara kita menggunakan kedua tangan dan kaki, serta apa yang kita lakukan ketika berbicara dan berinteraksi dengan orang lain. Berikut ini merupakan beberapa contoh bahasa tubuh yang perlu diperhatikan ketika berbicara atau berinteraksi dengan orang lain. 1 Jangan silangkan kaki dan tangan. 2 Lakukan kontak mata dalam tempo yang singkat, jangan menatapnya berlama-lama. 3 Buatlah jarak antara kedua kaki agar menunjukkan bahwa kita dalam keadaan nyaman dan percaya diri. 4 Posisikan bahu dalam keadaan santai. Hal ini untuk menunjukkan bahwa kita tidak dalam kondisi tegang. 5 Mengangguk kecil ketika lawan bicara sedang berbicara. Hal ini menandakan bahwa kita memang sedang mendengarkan dan memperhatikan. 6 Tampakkan muka berseri, tersenyum, atau tertawa pada situasi dan kondisi yang Tata Krama dalam BerpakaianFungsi berpakaian adalah untuk menutupi aurat dan untuk memperindah jasmani manusia. Sebagaimana firman Allah dalam Al-A’raf/726Artinya“Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaianuntuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat”. al-A’raf/726 Aurat merupakan bagian tubuh yang harus tertutup sehingga terjaga dari pandangan orang lain. Aurat laki-laki dewasa adalah antara pusat dan lutut, aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Tata krama berpakaian dalam ajaran Islam adalah juga penutup aurat dan untuk berhias guna memperindah tubuh. Adapun batasan berhias dapat dimaknai sebagai cara berpakaian yang sesuai dengan aturan yang berlaku di masyarakat. Aturan tersebut lebih mengarah pada nilai kesopanan, akhlak, atau kebaikan budi Tata Krama 1 Membuat seseorang disegani, dihormati, disenangi, bahkan dicintai oleh orang lain. 2 Menjalin hubungan baik dengan orang lain. 3 Meningkatkan kepercayaan diri dalam setiap situasi. 4 Menciptakan suasana yang nyaman dalam berbagai situasi, baik itu lingkungan keluarga, pergaulan, maupun tempat dimana anda belajar atau bekerja. 5 Dapat meningkatkan karir SOPAN SANTUN Santun adalah berkata lemah lembut serta bertingkah laku halus dan baik. Kesantunan seseorang akan terlihat dari ucapan dan tingkah lakunya. Ucapannya lemah-lembut, tingkah lakunya halus serta menjaga perasaan orang lain. Dari sini, dapat disimpulkan bahwa santun mencakup dua hal, yakni santun dalam ucapan dan santun dalam perbuatan. Allah Swt. mencintai sikap santun sebagaimana tertuang dalam hadis berikut. Sopan santun menjadi sangat penting dalam pergaulan hidup seharihari. Kita akan dihargai dan dihormati orang lain jika menunjukkan sikap sopan santun. Orang lain merasa nyaman dengan kehadiran kita. Sebaliknya, jika berperilaku tidak sopan, orang lain tak akan menghargai dan menghormati kita. Orang yang memiliki sopan santun berarti mampu menempatkan dirinya dengan tepat dalam berbagai keadaan. Sopan santun dapat diterapkan di mana saja dan kapan saja. Karena sopan santun merupakan perwujudan cara kita dalam bersikap yang terbaik. Pergaulan sesama pelajar di sekolah akan harmonis dan indah jika dihiasi sikap santun. Misalnya, menyapa teman dengan ucapan “assalamualaikum” sambil tersenyum, menghormati kakak kelas dan menyayangi adik kelas dengan cara peduli kepada mereka, mematuhi tata tertib sekolah, menghormati Bapak/Ibu guru dan staf tata usaha, bertutur kata lemah lembut kepada siapa saja serta menjaga perasaan warga sekolah dengan tidak menyakiti hatinya. Jika perilaku tersebut kamu lakukan, sungguh akan tercipta kehidupan sekolah yang aman, damai, dan membahagiakan. Suasana belajar akan sangat menyenangkan dan pada akhirnya prestasi kamu akan meningkat Seorang anak wajib menghormati dan menyayangi kedua orang tua. Bentuk hormat dan sayang kita kepada orang tua, di antaranya dengan bertutur kata santun kepada keduanya. Semua nasihat orang tua harus ditaati sepenuh hati karena mereka telah merawat dan mendidik kita sejak kecil. Terlebih seorang ibu, sungguh jasanya tak ternilai. Mulai dari mengandung, melahirkan, merawat, dan membesarkan anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. Demikian pula seorang ayah, bekerja keras mencari nafkah demi kelangsungan hidup keluarga. Ingatlah, bahwa kerelaan atau rida Allah Swt. adalah rida orang tua. Oleh karena itu, sikap santun harus kita tunjukkan untuk menghormati keduanyaSikap sopan dan santun juga harus ditunjukkan dalam pergaulan di masyarakat. Sebagai makhluk sosial, kita selalu membutuhkan orang lain. Oleh karena itu, orang lain harus diperlakukan dengan baik. Orang lain yang dimaksud di sini adalah sahabat, teman, dan tetangga. Khusus terhadap tetangga, Rasulullah saw. mengajarkan kepada kita untuk memuliakan mereka. Ketika keluarga kita sedang kesusahan, tetanggalah yang akan membantu kita. Kita hormati serta laksanakan hak dan kewajiban tetangga. Jangan kita sakiti mereka dengan tingkah laku buruk dan perkataan Allah Swt. al-Baqarah/2 “Dan ingatlah ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat.” Tetapi kemudian kamu berpaling mengingkari, kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu masih menjadi pembangkang.” al-Baqarah/283 Melalui ayat tersebut, Allah Swt. memerintahkan kepada kita untuk bertutur kata yang baik kepada manusia. Teman, kerabat, keluarga, Bapak/Ibu Guru, dan orang tua wajib diperlakukan dengan baik. Berkata dan berperilaku santun kepada mereka akan membuat harga diri kita meningkat. Kita akan dihargai dan dihormati ketika kita juga menghormati orang lain. Sejatinya, kalau kita bersikap baik kepada orang lain, sesungguhnya perbuatan baik itu akan kembali kepada diri kita sendiri. Sebaliknya, ketika kita bersikap buruk kepada orang lain, sesungguhnya perbuatan itu akan kembali kepada diri yang bisa diperoleh dari sikap santun, di antaranya,a Mudah diterima oleh orang lain. Sikap santun akan menjadikan seseorang disenangi orang lain sehingga mudah diterima oleh orang Menunjang kesuksesan. Banyak pengusaha sukses ditunjang oleh sikap santun yang ditunjukkannya. Pembeli, pelanggan, karyawan dan rekan sejawat akan senang bergaul dengannya. Relasinya bertambah banyak sehingga akan menambah Dicintai Allah Swt. dan Rasul-Nya. Allah Swt. mencintai hamba-Nya yang memiliki sikap santun. Rasulullah saw. juga demikian, bahkan beliau juga memiliki sikap lemah lembut dan santun yang luar RASA MALU Malu adalah menahan diri dari perbuatan jelek, kotor, tercela, dan hina. Sifat malu itu terkadang merupakan sifat bawaan dan juga bisa merupakan hasil latihan. Namun demikian, untuk menumbuhkan rasa malu, perlu usaha, niat, ilmu serta pembiasaan. Rasa malu merupakan bagian dari iman karena dapat mendorong seseorang untuk melakukan kebaikan dan mencegahnya dari kemaksiatan. Mari kita perhatikan hadis berikut ini. Hadis tersebut menegaskan bahwa malu merupakan salah satu cabang iman. Seseorang malu untuk mencuri jika ia beriman, malu berdusta jika ia beriman. Seorang wanita malu membuka atau menunjukkan auratnya jika ia beriman. Jika sifat malu berkurang dan mulai luntur, pertahanan diri dalam menghadapi godaan nafsu mulai menipis. Malu merupakan salah satu benteng pertahanan seseorang dalam menghindari perbuatan maksiat. Malu juga merupakan faktor pendorong bagi seseorang untuk melakukan kebaikan. Malu berasal dari keimanan dan pengakuan akan keagungan Allah Swt. Rasa malu akan muncul jika kita beriman dan menghayati betul bahwa Allah Swt. itu Maha kuasa atas segala sesuatu. Allah Swt. Maha Melihat, Maha Mengetahui dan Maha Mendengar. Tidak ada yang bisa kita sembunyikan dari Allah Swt. Semua aktivitas badan, pikiran, dan hati kita semua diketahui oleh Allah beberapa manfaat dari sifat malu, di antaranya sebagai Mencegah dari perbuatan tercela. Seorang yang memiliki sifat malu akan berusaha sekuat tenaga menghindari perbuatan tercela, sebab ia takut kepada Allah Mendorong berbuat kebaikan. Rasa malu kepada Allah Swt. akan mendorong seseorang berbuat kebaikan. Sebab ia tahu bahwa setiap perbuatan manusia akan dibalas oleh Allah Swt. di akhirat Mengantarkan seseorang menuju jalan yang diridai Allah Swt. Orang-orang yang memiliki rasa malu akan senantiasa melaksanakan perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya.
Soaldan Jawaban materi Mengasah Pribadi yang Unggul dengan Tata Krama, Santun, dan Malu - Agama Islam (PAI) Kelas 9 SMP/MTs Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti Kelas IX SMP/MTs materi Mengasah Pribadi yang Unggul dengan Tata Krama, Santun, dan Malu lengkap dengan kunci jawaban.
Sekolahmuonline - Soal dan Jawabannya PAIBP Kelas 9 SMP/MTs Bab 3. Mengasah Pribadi yang Unggul dengan Jujur, Santun, dan Malu. Pembaca Sekolahmuonline, berikut ini kami posting untuk anda contoh soal dan jawabannya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 9 SMP/MTs Bab 3 tentang Mengasah Pribadi yang Unggul dengan Jujur, Santun, dan Malu. Selamat membaca dan selamat mempelajarinya, semoga bermanfaat dan memberi kemudahan dalam belajar PAIBP. Baca juga Contoh Soal PAS Ganjil PAIBP Kelas 9 dan JawabannyaContoh Soal PAS Ganjil Penjasorkes Kelas 9 dan JawabannyaContoh Soal PAS Ganjil IPA Kelas 9 dan JawabannyaContoh Soal PAS Ganjil IPS Kelas 9 dan JawabannyaContoh Soal PAS Ganjil PPKn Kelas 9 dan Jawabannya A. Berilah tanda silang X pada huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling tepat ! 1. Seseorang yang berkata apa adanya dan sesuai kenyataan disebut . . . . a. optimis b. santun c. jujur d. malu Jawaban c. jujur 2. Lawan dari jujur adalah . . . . a. dusta b. angkuh c. pamer d. ceroboh Jawaban a. dusta 3. Dalam sebuah hadis dikatakan bahwa kejujuran akan membimbing kepada kebaikan, dan kebaikan akan membimbing ke ... a. surga b. neraka c. kebaikan d. kebahagiaan Jawaban a. surga يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا 4. Menurut QS. Al-Ahzab 33 ayat 70 di atas, Allah Swt. memerintahkan orang-orang beriman untuk . . . . a. bertakwa dan berikhtiar b. bertakwa dan berkata benar c. jujur dan santun d. santun dan malu Jawaban b. bertakwa dan berkata benar 5. Di bawah ini yang merupakan salah satu manfaat jujur adalah .... a. diremehkan orang lain b. mudah diperalat orang lain c. hatinya gelisah d. hidupnya tenang Jawaban d. hidupnya tenang 6. Berkata lemah lembut dan bertingkah laku halus dan baik merupakan pengertian . . . . a. santun b. rendah diri c. malu d. tawadu’ Jawaban a. santun 7. Dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi saw. bersabda kepada Al-Asyaj Al-Ashri "Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sikap yang dicintai oleh Allah; yaitu sifat santun dan ...” Ibnu Majah a. jujur b. malu c. penyabar d. pemberani Jawaban b. malu 8. Santun mencakup dua hal, yakni . . . . a. santun dalam ucapan dan santun dalam perbuatan b. santun dalam hati dan menjaga perasaan orang lain c. bertingkah laku baik dan ramah d. rendah hati kepada orang lain dan lemah lembut Jawaban a. santun dalam ucapan dan santun dalam perbuatan 9. Salah satu manfaat sifat santun adalah . . . . a. menjadikan diri kita mudah diterima orang lain b. menjadikan diri kita mudah dipermainkan orang lain c. hidup menjadi tertekan dan gelisah d. sering merasa rendah diri di hadapan orang lain Jawaban a. menjadikan diri kita mudah diterima orang lain 10. Menahan diri dari perbuatan jelek, serta merasa sangat tidak enak hati jika melakukan perbuatan tercela adalah pengertian . . . . a. percaya diri b. santun c. optimis d. malu Jawaban d. malu 11. Menurut hadis nabi bahwa iman ada . . . cabang dan malu merupakan sebagian dari iman. a. 70 b. 50 c. 60 d. 40 Jawaban a. 70 12. Berikut ini adalah sifat malu yang tepat . . . . a. Malu menghadiri pengajian umum b. Malu tidak mengerjakan PR c. Malu diejek teman bila berjilbab d. Malu salat berjama’ah di masjid Jawaban b. Malu tidak mengerjakan PR 13. Ukuran kemuliaan seseorang bukan dilihat dari harta dan jabatannya, melainkan dari kualitas ... kepada Allah Swt a. santunnya b. jujurnya c. malunya d. takwanya Jawaban d. takwanya 14. Pergaulan sesama pelajar di sekolah akan harmonis dan indah jika dihiasi sikap santun. Berikut ini yang BUKAN merupakan contoh dari sikap santun di sekolah adalah ... a. berpaling muka jika betemu dengan teman b. menghormati Bapak/ Ibu guru dan staf tata usaha c. menghormati kakak kelas dan menyayangi adik kelas d. menyapa teman dengan ucapan “assalamu’alaikum” sambil tersenyum Jawaban a. berpaling muka jika betemu dengan teman 15. Perhatikan kutipan hadits berikut والحياء شعبة من الإيمان "Wal haya^ syu'batun minal imaan" Dalam hadits riwayat Imam Abu Dawud dan Imam an-Nasaa’i tersebut disebutkan bahwa malu termasuk salah satu cabang dari ... a. Iman b. Islam c. Ihsan d. Ikhtiyar Jawaban a. Iman B. Jawablah pertanyaan-pertayaan berikut ini ! 1. Jelaskan manfaat dari sifat jujur! Jawaban Berikut ini diantara manfaat bersikap jujur. a Jujur akan melahirkan ketenangan. Orang jujur akan tenang dan percaya diri karena tidak ada ketakutan sedikit pun. Sebaliknya, seorang pembohong akan gelisah dan takut kebohongannya terbongkar. b Orang jujur akan dicintai oleh manusia. Sudah menjadi tabiat dasar bahwa setiap manusia menyukai kejujuran. Tanpa memandang suku, agama, dan ras, orang yang jujur pasti disukai semua manusia. c Jujur akan mendatangkan keberkahan dari Allah Swt. Setiap rejeki yang didapatkan dengan jujur, akan mendapat berkah dari Allah Swt. 2. Sebutkan dan jelaskan manfaat dari sifat santun! Jawaban Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari sikap santun, di antaranya a Mudah diterima oleh orang lain. Sikap santun akan menjadikan seseorang disenangi orang lain, sehingga mudah diterima oleh orang lain. b Menunjang kesuksesan. Banyak pengusaha sukses ditunjang oleh sikap santun yang ditunjukkannya. Pembeli, pelanggan, karyawan dan rekan sejawat akan senang bergaul dengannya. Relasinya bertambah banyak, sehingga akan menambah kesuksesannya c Dicintai Allah Swt. dan Rasul-Nya. Allah Swt. mencintai hamba-Nya yang memiliki sikap santun. Rasulullah saw. juga demikian, bahkan beliau juga memiliki sikap lemah lembut dan santun yang luar biasa. 3. Bagaimana menurut pendapat kalian apabila ada teman yang tidak membayar setelah selesai makan di kantin? Jawaban Jawab sendiri bisa ini. Untuk menunjukan benar tidaknya pemahaman anda 4. Sebutkan dan jelaskan manfaat dari sifat malu! Jawaban Beberapa manfaat dari sifat malu, di antaranya a Mencegah dari perbuatan tercela. Seorang yang memiliki sifat malu akan berusaha sekuat tenaga menghindari perbuatan tercela, sebab ia takut kepada Allah Swt. b Mendorong berbuat kebaikan. Rasa malu kepada Allah Swt. akan mendorong seseorang berbuat kebaikan. Sebab ia tahu bahwa setiap perbuatan manusia akan dibalas oleh Allah Swt. di akhirat kelak. c Mengantarkan seseorang menuju jalan yang diridai Allah Swt. Orang-orang yang memiliki rasa malu akan senantiasa melaksanakan perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya. 5. Sebutkan contoh sikap santun di sekolah! Jawaban Contoh sikap santun di sekolah diantaranya - menyapa teman dengan ucapan “assalamu’alaikum” sambil tersenyum - menghormati kakak kelas dan menyayangi adik kelas dengan cara peduli kepada mereka - mematuhi tata tertib sekolah - menghormati Bapak/ Ibu guru dan staf tata usaha - bertutur kata lemah lembut kepada siapa saja 6. Bagaimana menurut pendapat kalian apabila ada teman yang berkata kotor? Jawaban Jawab sendiri bisa ini. Untuk menunjukan benar tidaknya pemahaman anda
MengasahPribadi yang Unggul dengan Tata Krama, Santun dan MaluMengasah Pribadi yang Unggul dengan Tata Krama, Santun dan Malu atau diterjemahkan dalam Bahas
MengasahPribadi yang Unggul dengan Tata Krama, Santun dan Malu Materi PAI dan BP Kelas IX Semester Genap berkomunikasi di dunia maya pun harus mengedepankan sopan santun dan tata karma. Khususnya jika kita berkomunikasi dengan orang lain di jejaring social, tata karma dalam hal apapun harus tetap diutamakan, seperti pada memasang status
Materiini berkaitan dengan topik mengasah pribadi yang unggul dengan tatakarama ,santun dan malu. seseorang disebut tatakrama apabila berkata apa adanya dan sesuai akan melahirkan ketenangan. santun yaitu berkata lemah lembut serta bertingkah laku halus dan baik. sedangkan malu adalah menahan diri dari perbuatan jelek
engasahPribadi yang Unggul. (2) • Membiasakan berperilaku jujur, santun, dan malu dalam kehidupan sehari-hari. • Jujur dalam segala hal, di mana saja dan kapan saja • Santun dalam perkataan dan perbuatan kepada setiap. orang. • Malu berbuat maksiat dan semangat berbuat kebaikan. 17Juli, 2021 muhammad abdul ghofur PAI SMP. Melalui modul PAI Kelas 9 BAB 3 kita akan Mengasah Pribadi yang Unggul dengan Jujur, Santun, dan Malu. Silakan simak materi pembelajaran dan soal-soal asesmen yang sudah disediakan. Sejarah mencatat bahwa Rasulullah saw. memiliki akhlak yang agung. Sebagai umat Islam kita harus meneladani akhlak beliau. Videoini merupakan video pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas IX yang berisi rangkuman materi Bab 9 Mengasah Pribadi Ya
santun #pai #videopembelajaran #online #daring
MengasahPribadi yang Unggul dengan Jujur, Santun dan Malu. Seseorang disebut jujur apabila berkata apa adanya dan sesuai kenyataan. Menurut Q.S Ali Imran/33 : 77 bahwa orang-orang yang ingkar janji dan melanggar sumpah akan mendapat azab yang pedih dari Allah Swt. Dalam al-Ahzab/33:70 Allah Swt. memerintahkan orang-orang beriman untuk bertakwa
AssalamuAlaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,Selamat datang di Channel Kami, DAKWAH CHANNEL ( MENCERAHKAN & MENGINSPIRASI )Telp/WA. 081347099496VIDEO ini beri MengasahPribadi yang Unggul dengan Jujur, Santun, dan Malu Mari kita lihat lingkungan sekitar, banyak orang berprilaku buruk dalam kehidupannya. Kebahagiaan dan ketentraman akan mudah diraih dengan berakhlak mulia seperti jujur, santun, dan malu berarti telah mengasah diri sebagai pribadi yang unggul. kita harus berprilaku mulia di
MENGASAHPRIBADI YANG UNGGUL DENGAN TATA KRAMA, SANTUN DAN MALU : Materi PAI Kelas 9 Semester 2. Pada materi ini memuat tentang pengertian, contoh, macam-mac
Seorangsaksi menjawab pertanyaan hakim dan jaksa dengan jujur. Jika setiap orang memiliki sifat jujur semacam ini maka kehidupan akan berjalan harmonis dan mendapat keberkahan dari Allah Swt dalam Mengasah Pribadi Yang Unggul Dengan Jujur, Santun, Dan Malu . Jika kecurangan dan dusta merajalela maka akan terjadi kehancuran dan malapetaka.
RPPMengasah Pribadi yang Unggul dengan Tata Krama, Santun, dan Malu (PAI Kelas 9 SMP/MTs) Meyakini bahwa berbakti dan taat tata krama, sopan santun, dan rasa malu adalah ajaran pokok agama 2.7 : Menunjukkan perilaku dengan tata krama, sopan santun, dan rasa malu. guru menjelaskan kembali materi tentang "Mengasah Pribadi yang Unggul

SoalAyo Berkatih Bab 9 PAI Kelas 9 Hal 196 Semester 2. Mengasah Pribadi yang Unggul dengan Tata Krama, Santun, dan Malu. A. Pilihan Ganda. 1. Hadis Rasulullah menyatakan bahwa orang yang tidak menyayangi orang yang lebih kecil dan tidak mengerti hak orang yang lebih besar

aVmESS.